Sabtu, 14 Mei 2016
Senin, 25 April 2016
Begini Cara Miliarder Kelola Uangnya Agar Makin Kaya
Bukan rahasia lagi jika milarder punya kualitas,
kebiasaan, dan jalan pikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Cara berpikir
mereka yang out of the box mengantarkan mereka pada kekayaan.
Sebut saja Bill Gates dengan ide menciptakan komputer
yang bisa memudahkan pekerjaan manusia, Facebook sebagai terobosan media
sosial, dan Warren Buffet dengan keputusan antimainstream membeli saham
perusahaan yang nyaris bangkrut. Meski kamu tidak memiliki ide-ide
secanggih mereka, kamu bisa semakin kaya lewat upayamu sendiri dengan meniru
cara mereka dalam mengelola uang seperti berikut ini.
Mereka tidak impulsif
Impulsif adalah bertindak tanpa pikir panjang dan
tanpa pertimbangan. Seberapa sering kamu membuat keputusan impulsif saat sedang
berbelanja? Wanita pada umumnya sangat impulsif ketika melihat barang yang
didiskon besar-besaran tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau kualitas barang.
Para miliarder sebaliknya, bisa menahan diri dan berpikir baik sebelum
memutuskan membeli sesuatu.
Mereka tahu perbedaan antara keinginan
dan kebutuhan
Miliarder juga paham perbedaan antara keinginan dan
kebutuhan. Kita pasti punya keinginan untuk punya rumah besar, mobil baru, atau
baju baru setiap ada momen istimewa. Tapi apakah kita benar-benar
membutuhkannya? Atau hanya keinginan untuk tampil mewah? Daripada menghabiskan
uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan, para miliarder mengalokasikan uang
mereka ke tempat-tempat yang bisa membuat kekayaan mereka bertambah seperti
investasi.
Mereka fokus pada masa depan jangka
panjang
Gol jangka panjang membutuhkan satu sampai lima tahun
untuk diwujudkan. Gal jangka panjang merupakan motivator paling efektif, karena
mampu membuatmu menahan diri demi tujuan yang ingin kamu raih. Misalnya saat
ada diskon besar-besaran di mal, kamu memilih tidak menuruti keinginan hati
untuk belanja karena sedang giat menabung untuk membayar DP rumah.
Mereka punya banyak sumber
penghasilan
Miliarder tidak hanya mengandalkan satu sumber
penghasilan. Mengapa? Karena mereka sadar kalau mereka bisa kehilangan
pekerjaan kapan saja. Untuk menghindari kebangkrutan tiba-tiba, mereka punya
sumber penghasilan cadangan baik berupa pekerjaan sampingan atau berupa
investasi.
Mereka mematuhi budget yang dibuat
Dengan mematuhi budget, miliarder dapat mengetahui
berapa uang yang datang dan berapa yang pergi. Ini membuat mereka bisa
merencanakan anggaran berdasarkan kebutuhan dan mengeliminasi pengeluaran yang
tak perlu.
Mereka bersiap untuk kondisi darurat
Sedia payung sebelum hujan adalah prinsip mereka.
Mereka sadar kalau pasti ada suatu saat di mana krisis mungkin terjadi,
misalnya kehilangan pekerjaan atau ditinggalkan anggota keluarga yang
disayangi. Alih-alih meminjam uang pada orang lain, mereka sudah punya dana
cadangan untuk hidup sampai krisis berakhir. Banyak bencana yang efeknya bisa
diminimalisir dengan memiliki dana emergensi. Agar lebih aman, miliki
setidaknya dana emergensi dengan besaran 12 kali dari penghasilan per bulan.
Mereka selalu tahu ke mana uang
pergi
“Loh, kok gaji sudah habis padahal masih tengah
bulan?” Pasti banyak di antara kamu yang mengeluh seperti ini. Tahukah kamu ke
mana setiap rupiah yang kamu miliki dihabiskan? Jika tidak, mulailah mencatat
pengeluaran harian, bulanan, bahkan tahunan seperti yang biasa dilakukan
miliarder. Dengan cara ini, kamu akan dengan cepat menyadari mana yang
sebenarnya tidak kamu butuhkan dan mana yang bisa dihemat.
Bukan rahasia lagi kalau para miliarder dunia justru
memilih hidup sederhana terlepas kekayaan mereka yang mencapai miliaran dollar.
Mereka juga tak segan menyumbangkan seluruh gajinya seperti yang dilakukan Bill
Gates lewat yayasan miliknya. Contoh lainnya adalah Steve Ballmer mantan CEO
Microsoft selalu naik kelas ekonomi. Mespun sebenarnya dia mampu membeli
pesawat jet pribadi, dia berhemat karena merasa tidak ada gunanya tampil
berlebihan.
Mereka tidak terlilit utang
Miliarder tidak akan membiarkan diri mereka terjebak
dalam utang. Mereka tidak meminjam uang dan menghindari memakai kartu kredit
jika sadar tidak mampu membayar tepat waktu, kecuali jika pinjaman tersebut
dalam rangka mengembangkan bisnis. Dengan kata lain, kalau tidak punya uang,
mereka tidak akan menghabiskannya.
Mereka menggunakan jasa penasihat
keuangan
Tidak semua miliarder paham tentang finansial dan
investasi. Oleh karenanya, mereka meminta bantuan penasihat keuangan atau
akuntan untuk membantu.
Mereka tidak berhenti belajar meski
tanpa institusi pendidikan
Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Amancio Ortega
berhasil meraih kekayaan mereka tanpa gelar sarjana. Mereka memang tidak
menuntaskan pendidikan formal, tapi mereka tidak pernah berhenti belajar. Mulai
sekarang, biasakanlah dirimu untuk membaca satu buku sehari.
Mereka menganilisis persoalan
sebelum mengambil keputusan
Bukan berarti kamu harus menganilisis seperti
menyelesaikan persoalan matematika. Tapi pertambahan, pengurangan, atau
perkalian bisa membantumu dalam membuat keputusan tepat. Misalnya kamu ingin
mobil baru. Tapi jika mobil lama bisa dimodifikasi seperti baru dengan biaya
yang lebih murah, maka kamu tahu mana keputusan yang lebih tepat dan pastinya
hemat.
dikutip dari : https://www.cekaja.com/info/begini-cara-miliarder-kelola-uangnya-agar-makin-kaya/
Sabtu, 23 April 2016
Video pembelajaran
lihatlah video pembelajaran bintang baru yang besarnya 2000x matahari
planet neraka..mengejutkan...!!!!
kinematika gerak
cara membaca skala mikrometer skrup
pembacaan jangka sorong
planet neraka..mengejutkan...!!!!
kinematika gerak
Motivasi
- Hidup adalah proses dimana kita harus tetap belajar tanapa ada batas umur tanapa ada kata tua.
- Kurangnya kemampuan bukan alasan untuk keberhasilan, kesungguhan penuh semangat adalah modal keberhasilan.
- hidup itu bergantung kepada 3 hal : keputusan, komitmen, dan prinsip
Langganan:
Postingan (Atom)